a)
Pengertian menstruasi.
Menstruasi adalah
perdarahan yang terjadi secara berkala pada vagina yang dimulai sekitar 14 hari
setelah terlepasnya lapisan endometrium. Fungsi menstruasi normal merupakan
hasil interaksi antara hipotalamus, hipofisis dan ovarium dengan perubahan-perubahan
terkait pada jaringan sasaran pada saluran reproduksi normal, ovarium memainkan
peranan penting dalam proses ini, karena tampaknya bertanggung jawab dalam
pengaturan perubahan-perubahan siklik maupun lama siklus menstruasi.
b) Lama
menstruasi.
Lama menstruasi tiap wanita bervariasi,
yaitu sekitar ± 4-7 hari.
c) Tanda
dan gejala menstruasi.
1) Kram
pada perut bagian bawah dan vagina.
2) Perut
kembung.
3) Perut
terasa mulas, mual dan panas.
4) Kurang
darah (anemia).
5) Terasa
nyeri pada saat buang air kecil.
6) Tubuh
tidak fit.
7) Demam.
8) Sakit
kepala dan pusing.
9) Keputihan.
10) Gatal-gatal
pada vagina.
11) Emosi
meningkat.
12) Mudah
tersinggung.
13) Gelisah.
14) Gangguan
konsentrasi.
15) Rasa takut.
16) Susah
tidur.
17) Nyeri pada
payudara.
18) Bau badan
tidak sedap.
19) Timbul
jerawat.
Gangguan diatas disebabkan karena adanya kontraksi otot-otot
halus rahim yang dikendalikan oleh interaksi hormon yang dikeluarkan oleh hiphotalamus, kelenjar dibawah otak depan
dan indung telur (ovarium). Tetapi tidak semua wanta mengalami gangguan diatas,
tergantung kondisi psikis dan psikologisnya.
d)
Siklus menstruasi.
1) Gambaran
klinis menstruasi.
Sebagian besar wanita
pertengahan usia reproduktif, perdarahan menstruasi terjadi setiap 25-35 hari
dengan median panjang siklus adalah 28 hari. Wanita dengan siklus ovulatorik,
selang waktu antara awal menstruasi hingga ovulasi-fase folikular-bervariasi
lamanya. Siklus yang diamati terjadi pada wanita yang mengalami ovulasi. Selang
waktu antara awal perdarahan menstruasi-fase luteal-relatif konstan dengan
rata-rata 14 ± 2 hari pada kebanyakan wanita.
Pada umumnya lama
keluar darah menstruasi bervariasi mulai 4 sampai 6 hari, tetapi antara 2
sampai 8 hari masih dianggap normal. Pengeluaran darah menstruasi terdiri dari
fragmen-fragmen kelupasan endometrium yang bercampur dengan darah yang
banyaknya tidak tentu. Konsentrasi Hb normal 14 gr per dl dan kandungan besi Hb
3,4 mg per g, volume darah ini mengandung 12-29 mg besi dan menggambarkan
kehilangan darah yang sama dengan 0,4 sampai 1,0 mg besi untuk setiap hari
siklus atau 150 sampai 400 mg per tahun.
2) Aspek
hormonal selama siklus menstruasi.
Hormon-hormon yang berhubungan dengan
siklus menstruasi ialah :
(a) Hormon-hormon
yang dihasilkan gonadotropin hipofisis :
(1) Luteinizing Hormon (LH).
(2) Folikel Stimulating Hormon (FSH).
(3) Prolaktin Releasing Hormon (PRH).
(b) Steroid ovarium.
Ovarium menghasilkan progestrin, androgen, estrogen. Banyak
dari steroid yang dihasilkan ini juga
disekresi oleh kelenjar adrenal atau dapat dibentuk oleh jaringan perifer melalui pengubahan prekursor-prekursor steroid lain. Konsekuensinya,
kadar plasma dari hormon ini tidak dapat langsung mencerminkan aktivitas steroidogenik dari ovarium.
(c) Fase-fase
dalam siklus menstruasi.
(1) Fase
menstruasi atau deskuamasi.
Fase ini, endometrium terlepas dari
dinding uterus dengan disertai pendarahan dan lapisan yang masih utuh hanya stratum basale. Fase ini berlangsung
selama 3-4 hari.
(2) Fase
pasca mentruasi atau fase regenerasi.
Fase ini, terjadi penyembuhan luka
akibat lepasnya endometrium. Kondisi ini mulai sejak fase menstruasi terjadi dan
berlangsung selama ± 4 hari.
(3) Fase intermenstum atau fase proliferasi.
Setelah luka sembuh, akan terjadi
penebalan pada endometrium ±3,5 mm. Fase ini berlangsung dari hari ke- 5 sampai
hari ke-14 dari siklus menstruasi.
v Fase
proliferasi dini, terjadi pada hari
ke-4 sampai hari ke-7. Fase ini dapat dikenali dari epitel permukaan yang tipis
dan adanya regenerasi epitel.
v Fase
proliferasi madya, terjadi pada hari
ke-8 sampai hari ke-10. Fase ini merupakan bentuk transisi dan dapat dikenali
dari epitel permukaan yang berbentuk torak yang tinggi.
v Fase
proliferasi akhir, berlangsung antra hari ke-11 sampai hari ke-14. Fase ini
dapat dikenali dari permukaan yang tidak rata dan dijumpai banyaknya mitosis.
(4) Fase pramenstruasi atau fase sekresi.
Fase ini berlangsung dari hari ke-14
sampai ke-28. Fase endometrium ini kira-kira tetap tebalnya, tetapi bentuk
kelenjar berubah menjadi panjang berkelok-kelok dan mengeluarkan getah yang
makin lama makin nyata. Bagian dalam sel endometrium terdapat glikogen dan
kapur yang diperlukan sebagai bahan makanan untuk telur yang dibuahi. Fase ini
dibagi dalam 2 tahap, yaitu:
v Fase
sekresi dini, pada fase ini endometrium lebih tipis dari fase sebelumnya karena
kehilangan cairan.
v Fase
sekresi lanjut, pada fase ini kelenjar dalam endometrium berkembang dan menjadi lebih berkelok-kelok dan sekresi
mulai mengeluarkan getah yang mengandung glikogen dan lemak. Akhir masa ini, stroma endometrium berubah kearah
sel-sel, desidua.
3) Mekanisme
siklus menstruasi.
(a) Pada
setiap siklus haid FSH dikeluarkan oleh lobus
anterior hiposis yang menyebabkan beberapa folikel primer berkembang dalam ovarium.
(b) Folikel primer berkembang menjadi folikel de graaf yang membuat estrogen.
(c) Estrogen menekan FSH, sehingga lobus anterior hipofisis mengeluarkan
hormon gonadotropin yang kedua yaitu
LH.
(d) Produksi
FSH dan LH dipengaruhi RH (Relasing
Hormone) yang disalurkan dari hipotalamus
ke hipofisis.
(e) Di
bawah pengaruh RH folikel de graaf
semakin lama semakin matang dan makin banyak mengeluarkan likuor folikuli yang mengandung estrogen.
(f) Estrogen
mempunyai pengaruh terhadap endometrium menyebabkan endomterium tumbuh
(menebal) yang disebut masa proliferasi.
(g) Dibawah
pengaruh LH folikel de graaf menjadi lebih matang, mendekati permukaan ovarium
dan kemudian terjadi ovulasi.
(h) Setelah
ovulasi terjadi, terbentuklah korpus
rubrum (berwarna merah) yang akan menjadi korpus luteum (berwarna kuning).
(i) Korpus luteum menghasilkan hormon
progesteron. Hormon progesteron mempunyai pengaruh terhadap endometrrium yang
telah berproliferasi menyebabkan kelenjarnya berlekuk dan bersekresi.
(j) Bila
tidak ada pembuahan, korpus luteum berdegenerasi yang menyebabkan kadar
estrogen dan progesteron menurun, sehingga terjadi degenerasi serta perdarahan
dan pelepasan endometrium yang nekrotik yang disebut masa menstruasi.
e) Proses
kitaran haid.
1) Fungsi
rahim adalah untuk proses pembiakan dan hal ini berlaku pada setiap bulan.
2) Proses
fisiologi akan berlaku dimana rahim akan membuat persediaan untuk menerima
kedatangan ovum yang telah disenyawakan oleh sperma. Dinding akan menebal
sedikit demi sedikit dan apabila tidak berlaku persenyawaan, haid atau shedding permukaan dinding rahim akan
berlaku.
3) Permulaan
haid selakunya berlaku pada usia 10-16 tahun. Hari subur adalah hari ke-14.
Dalam masa yang sama faraj akan
mengalami lendir yang keluar banyak dan lebih cair karena berlaku pengeluaran
hormon kesuburan yang banyak semasa proses ovulasi.
4) Kandungan
yang akan luruh adalah darah, tisu dan cairan yang akan keluar melalui lubang faraj.
5) Apabila
gadis sudah mencapai puberty
(peringkat kematangan), haid pertama akan berlaku dan bermakna gadis itu sudah
matang.
6) Ini
menunjukkan ovarii sudah mengeluarkan telur dan rahim sudah bersedia untuk
mengalami proses kehamilan.
f) Menstruasi
tidak teratur.
Siklus menstruasi tiap
perempuan berbeda satu dengan yang lainnya, ada yang memiliki siklus pendek
antara 21-24 hari lalu ada yang normal antara 28-30 hari. Ada beberapa
perempuan yang lebih panjang siklusnya sampai 42 hari. Jika haid setiap bulan
lancar namun ditemukan kadang maju atau bahkan mundur seminggu atau tiba-tiba
sebulan tidak haid tidak masalah.
g) Cara
mengatasi sakit pada saat menstruasi.
1) Gunakan
kompres hangat atau botol kaca yang diisi dengan air hangat lalu letakkan pada
perut.
2) Oleskan
minyak kayu putih pada perut.
3) Konsumsi
tablet penambah darah jika mengalami anemia atau kekurangan darah.
4) Perbanyak
minum air putih.
5) Selalu
berpikiran positif dan jangan menganggap menstruasi sebagai sesuatu yang
menakutkan.
h) Perubahan
psikologi pada menstruasi.
Masa menstruasi dapat juga menyebabkan
perubahan pada wanita. Contohnya sebagai berikut:
1) Cemas.
2) Depresi.
3) Stres.
4) Anoreksia
nervosa merupakan hilangnya nafsu makan yang disebabkan oleh faktor
penyimpangan emosional.
5) Bulimia merupakan kelainan emosional
yang ditandai dengan makan yang berlebihan dan berbahaya.
6) Disleksia merupakan ketidakmampuan
menghubungkan antara lisan dan tulisan. Gejalanya membaca terlalu cepat dan
tidak tepat atau membaca terlalu lambat dan terputus-putus.
i)
Gejala patologis yang
menyertai menstruasi.
1) Fobia merupakan ketakutan yang tidak
beralasan.
2) Paranoid.
3) Komplek kastrasi (trauma genetalia) muncul gambaran fantasi yang
aneh dan menimbulkan kecemasan dan perasaan bersalah atau berdosa.
4) Teori Cloaca yaitu munculnya anggapan keliru
dimana segala sesuatu yang keluar dari rongga tubuh adalah kotor, najis,
menjijikkan serta merupakan tanda noda yang tidak suci.
5) Hypochondria merupakan rasa tertekan,
ketakutan dan fantasi sakit.
6) Psychogene aminorhe merupakan berhentinya
menstruasi sebelum waktunya, pernolakan terhadap menstruasi.
j)
Segera ke dokter jika mengalami hal-hal berikut:
1) Apabila
menstruasi yang pertama mulai keluar sebelum usia 8 tahun atau belum mengalami
menstruasi setelah melewati usia 18 tahun.
2) Apabila
siklus menstruasi kurang dari 14 hari atau lebih dari 35-40 hari.
3) Apabila
lamanya menstruasi lebih dari 14 hari.
4) Apabila
volume darah haid sangat banyak (ganti pembalut 10 kali per hari).
5) Sakit
perut sampai tidak bisa mengerjakan aktivitas sehari-hari atau bahkan sampai
pingsan.
6) Muncul
bercak darah (spotting) diantara dua
siklus haid.
7) Warna
darah kelihatan tidak seperti biasanya, menjadi lebih kecoklatan atau merah
muda segar atau kalau darah menstruasi keluar sampai bergumpal-gumpal.
8) Darah
menstruasi berbau anyir bahkan berbau busuk.
9) Mengalami
periode menstruasi yang tidak teratur padahal belum memasuki masa perimenopause
(menjelang menopause).
10) Tidak
mengalami periode menstruasi selama tiga bulan berturut-turut atau lebih,
padahal belum memasuki masa perimenopause.
11) Mengalami
kram berat secara mendadak yang tidak seperti biasanya. Kondisi ini pada
umumnya dialami 50 % wanita selama 1 atau 2 hari sat menstruasi.
No comments: "Menstruasi"
Post a Comment